Pengemar Kirim Bom Asam Sulfat Kepada Bjork

Pengemar Kirim Bom Asam Sulfat Kepada Bjork

Popularitas penyanyi asal Islandia, Bjork, buatnya lumayan digilai oleh para penggemarnya. Terdapat kasus pengemar kirim bom asam sulfat kepada Bjork. Tercantum seseorang laki- laki bernama Ricardo Lopez, yang pada 1996 kemudian pernah memberinya suatu hadiah istimewa.

Bukan berupa santapan ataupun benda yang dapat ditaruh. Ricardo Lopez malah menghadiahi pelantun Its Oh So Quiet tersebut dengan bom asam sulfat, saat sebelum kesimpulannya dia memilah buat bunuh diri.

Dikutip dari Sun Sentinel, seseorang detektif dari Scotland Yard mengaku sudah menciptakan paketan bom asam sulfat yang dikirim Lopez ke kediaman Bjork di London. Paket tersebut apalagi pernah dikirimkan oleh Lopez sebagian jam saat sebelum dia kesimpulannya bunuh diri dengan memusatkan revolver kaliber 3, 8 ke kepalanya sendiri sembari memutar lagu kepunyaan si idola.

Polisi setempat dikenal disiagakan buat menghancurkan paket berupa novel berlubang serta berisi bom tersebut. Novel tersebut apalagi terencana dirancang buat dapat menyemprotkan asam sulfat pada seorang yang membukanya, tercantum kepada Bjork. Apalagi asam sulfat dikenal bisa membakar, membuat cacat, sampai membuat seorang wafat dunia.

Lopez sendiri dikenal ialah seseorang pengidap ginekomastia, suatu penyakit genetik sangat jarang yang menimbulkan jaringan buah dada laki- laki berkembang besar secara tidak wajar. Dampak dari penyakit ini sendiri bisa membuat ketegangan emosional serta mental yang bisa jadi terjalin pada seseorang laki- laki muda.

Lopez sendiri baru berumur 18 tahun kala ia menyaksikan video Bjork serta ia langsung jadi tergila- gila pada perempuan tersebut. Apalagi, dia juga memakai wujud Bjork bagaikan inspirasi buat karya seninya. Jadi kasus pengemar kirim bom asam sulfat kepada Bjork terus terungkap kehadapan publik.

Polisi menguak kalau Lopez dengan terencana mempunyai niatan buat melukai Bjork lantaran mereka menciptakan 11 catatan setiap hari berformat video sepanjang 9 bulan terakhir, berdurasi 2 jam. Apalagi pada video terakhir yang ditemui di kamera, Lopez menuliskan judul Last Day- Ricardo Lopez.

” Seluruh ini bermula dari pada obsesinya( Lopez) terhadap Bjork. Seperti itu yang motivasinya buat menyakitinya serta tampaknya dengan sebagian metode, tercantum motivasinya buat bunuh diri,” kata juru bicara kepolisian Todd DeAngelis.

Polisi menguak kalau obsesi beresiko Lopez pula bermula sehabis dirinya menebak Bjork mempunyai ikatan asmara dengan seseorang laki- laki kulit gelap bernama, Goldie, sejak dia pindah ke Inggris. Mengenali perihal itu, Lopez menyangka kalau tidak terdapat satupun laki- laki yang dapat mempunyai ikatan asmara dengan idolanya.

” Saya cuma wajib membunuhnya. Aku hendak mengirim paket. Saya agen judi terpercaya hendak mengirimnya ke neraka,” ucap Lopez dalam videonya.

Lewat rekaman videonya, Ricardo Lopez menguak kalau dirinya pernah merasa gugup dikala wajib bawa paket berisi asam sulfat buat si idola. Tidak lama setelahnya, Lopez nampak mencukur rambutnya sampai botak, serta memberi warna mukanya dengan cat bercorak merah serta hijau, dan bibir bercorak gelap.

Sembari mencermati lagu kepunyaan Bjork, bejudul I Remember You, Lopez memusatkan pistol kaliber 38 serta berkata Ini merupakan untukmu, serta dia dikenal wafat mendadak. Dia juga percaya dikala dirinya wafat serta Bjork membuka paket yang dikirimkan tersebut, keduanya dapat bersatu di surga.