kualifikasi Pra PON akan segera digelar

Kualifikasi Pra PON Akan Segera Digelar

The Great Taekwondo Indonesia Board (PBTI) bekerjasama dengan Dewan Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Banten sebagai tuan rumah, siap untuk mengadakan babak kualifikasi Pra PON 2020 di Pusat Olahraga Stadium Indoor, Tangerang – Kabupaten Banten, 27 hingga 29 September 2019. Hingga pada kualifikasi Pra PON akan segera digelar pada tahun 2020 nanti.

Ketua PBTI, Letnan Jenderal (Purn.) H. M Thamrin Marzuki mengatakan, pihaknya berharap bahwa babak Kualifikasi Pra-PONĀ 998bet dapat merangsang dan meningkatkan prestasi taekwondoin di seluruh provinsi. Oleh karena itu, diharapkan bahwa provinsi yang ikut serta dalam acara ini akan mempersiapkan atlet mereka semaksimal mungkin untuk kemajuan prestasi taekwondo Indonesia di tingkat nasional. Karena acara ini diikuti oleh taekwondoin senior dan terbaik di masing-masing provinsi, sebagian besar akan menjadi kekuatan taekwondo nasional dalam mewakili negara di acara-acara internasional.

Dalam konteks ini, para administrator dan atlet provinsi, selalu fokus tidak hanya untuk mewakili wilayah nanti dalam PON 2020 di Papua, tetapi juga acara ini difokuskan pada memenangkan tempat terbaik di tim nasional untuk mengambil bagian dalam Sea Games 2019 di orang Filipina.

“Implementasi yang lebih dekat dari Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua – 2020 dan 2019 Sea Games Filipina diharapkan bahwa semua Manajer TI Provinsi akan mempersiapkan para atlet potensial mereka semaksimal mungkin yang nantinya dapat kita pilih serta kita dapat berpartisipasi dalam kemajuan dan pencapaian Taekwondo Indonesia di tingkat Nasional, Asia dan Dunia. Kami berharap putra dan putri Taekwondoin terbaik dari semua provinsi dapat memberikan hasil yang maksimal, “kata Thamrin Marzuki.

Sementara itu, Ketua Divisi Pengembangan dan Prestasi, Yefi Triaji mengatakan bahwa babak kualifikasi PON 2020 diadakan selain mengikuti persyaratan kalender program, SOP pertandingan dan sistem pertandingan standar Dunia Taekwondo, juga sesuai dengan pertimbangan dan masukan dari semua administrator provinsi.

Akibatnya, Babak Kualifikasi Pra PON 2020 diputuskan untuk menggunakan Sistem SEEDED dari hasil Pekan Olahraga Nasional 2016 (PON) XIX – Jawa Barat (Peringkat 1-8 + Papua) dan dibagi menjadi 3 (Tiga) Kolam sementara provinsi lain akan diacak untuk memenuhi 3 (tiga) kelompok dengan pemerataan. Dengan kualifikasi Pra PON akan segera digelar memang sangat berguna bagi mereka.

Ajang Pra PON 2020 Olahraga Provinsi Terbaik

Babak Kualifikasi Pra PON 2020 bersaing kategori Kyorugi dan Poomsae. Untuk kategori Kyorugi, sistem KO digunakan, menggunakan PSN KPNP. Kategori poomsae menggunakan sistem Cut Off dengan menggunakan aplikasi Taekwonshoft. Nomor Kyorugi cocokĀ agen bola dengan 16 angka kelas, terdiri dari 8 kelas pria (Under 54, Under 58, Under 63, Under 68, Under 74, Under 80, Under 87 dan Over 87) dan 8 kelas wanita (Under.46, Under 49, Under 53, Under 57, Under 62, Under 67 dan Under 73). Kategori poomsae terdiri dari kategori Poomsae Recognize (Pasangan / Pasangan) dan kategori Gaya Bebas terdiri dari Pria Individual, Wanita Individual, Pasangan dan Tim Campuran. Untuk Mengenali Poomsae, para atlet akan menghadirkan Taegeuk 6,7,8 Jang, Koryo, Keumgang, Taebaek, Pyongwon dan Shipjin.

Terkait dengan informasi ini, para administrator provinsi diharapkan untuk segera menginformasikan pendaftaran keanggotaan mereka, selambat-lambatnya pada tanggal 15 September 2019 yang merupakan tahap pertama masuk dengan pendaftaran kelas. Untuk Entri Berdasarkan Nama, selambat-lambatnya 20 September 2019.

Secara khusus, Kepala PBTI Binpres juga menjelaskan bahwa peserta Kyorugi dan Poomsae dalam Babak Kualifikasi Pra-PON 2019 dan Kejuaraan Nasional Senior dilahirkan pada tahun 1993 – 2003. Juga menambahkan bahwa Babak Kualifikasi Pra-PON 2019 nanti akan memilih 128 atlet kyorugi dan 40 atlet. poomsae, sehingga akan ada 168 atlet yang akan bertarung di PON 2020 di Papua. Secara khusus, Kepala Binpres juga mengingatkan bahwa hanya ada satu pelatih yang menemani atlet di lapangan dan memiliki sertifikasi pelatihan nasional. Dan wajib tampil rapi dengan ketentuan yang telah ditetapkan, yaitu memakai jas dan sepatu. Tidak diperbolehkan menggunakan sandal atau topi.

Pengprov IT Banten sebagai tuan rumah, saat ini sedang dalam pembersihan untuk mempersiapkan semua fasilitas dan kebutuhan pendukung untuk menjadikan acara empat tahun ini sukses. Sekretaris Jenderal Banten Banten yang juga Ketua kompetisi, Fiva Zabreno mengatakan bahwa ia berharap semua peserta, dalam hal ini administrator provinsi, akan mengikuti semua ketentuan yang ditetapkan oleh PBTI. Dari proses registrasi, pertemuan teknis hingga pemahaman kondisi kompetisi, diharapkan dapat dilakukan sesuai dengan batas waktu yang ditentukan. Ini dimaksudkan agar seluruh proses dan implementasi babak kualifikasi Pra PON 2019 akan berjalan dengan lancar, tidak terkendala oleh masalah teknis administratif. Fiva menambahkan, Pengprov IT Banten, sebagai tuan rumah akan mencoba yang terbaik untuk menjadi tuan rumah yang baik, melayani dengan sepenuh hati untuk sinergi masa depan pencapaian taekwondo Indonesia.