Kemenkeu Sebut Bea Cukai Rokok Akan Dinaiki Lagi

Cabang Bea dan Cukai Departemen Keuangan telah menyatakan bahwa pemerintah telah memutuskan untuk bea cukai rokok akan dinaiki lagi sebesar 23% dan menaikkan harga eceran menjadi 35%.

“Pertimbangan adalah yang pertama dan terutama tentang mengendalikan konsumsi. Konsumsi adalah legal dan ilegal, walaupun yang ilegal sekarang jauh berkurang menjadi 3%, tetapi tetapp belum dihitung,” kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi, Kementerian Keuangan, Jakarta. , Sabtu (14/9/2019).

Lalu ada kepentingan industri dan turunannya ke belakang. Ini termasuk kepentingan petani tembakau dan cengkeh, serta pebisnis, termasuk pekerja di industri rokok, dalam menghadapi masalah logistik di warung.

“Akhirnya, ada (negara) penerimaan, jadi 3 pertimbangan ini kemudian digabungkan dengan fakta,” katanya.

Heru menjelaskan bahwa dengan mempertimbangkan besarnya persentase kenaikan pajak cukai pada tahun yang akan datang juga diikuti oleh perhitungan tahun ini yang tidak ada belum ditingkatkan. “Seperti tahun ini, kami belum menaikkan tarif, jadi perhitungannya tentu saja dua atau dua tahun, karena tahun lalu tidak meningkat, sehingga lompatan dari 2018 ke 2020 berjalan dengan baik” katanya.

Dia menjelaskan, pemeriksaan kenaikan cukai juga mencakup setiap kelas rokok untuk bea cukai rokok akan dinaiki lagi. Terdiri dari rokok kretek (SKM), rokok kretek dengan tangan (SKT) dan rokok putih (SPM).

“Lalu teknologinya, jenis mesin dan, tentu saja, isi rokok itu sendiri, apakah itu dominan untuk bahan baku lokal atau impor, semua elemen ini dianggap secara global”, katanya. dia menjelaskan.

Menurutnya, pemerintah memberikan perhatian khusus pada industri padat karya. Untuk korelasi atau implementasi menjadi SKT, tingkat kenaikan tentu akan lebih rendah daripada yang membutuhkan banyak modal.

Paksa Perusahaan Meninggkatkan Harga Jual Rokok

“Kedua, ada rokok yang memiliki konten lokal lebih tinggi, kami jelas akan memperhatikan kebijakan harga dibandingkan dengan rokokĀ asialive88 yang terutama menggunakan konten impor. Saya pikir prinsip ini akan dirumuskan secara rinci dalam kebijakan ini. cukai dan label harga, “katanya. .

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa pemerintah telah setuju untuk menaikkan pajak cukai pada rokok. Di mana, peningkatan akan berlaku pada 1 Januari 2020.

Usulan tersebut didiskusikan dengan Menteri Ekonomi Darmin Nasution, Menteri Koordinasi PMK Puan Maharani, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Menteri Pertanian Amran dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di depan Presiden Joko Widodo.

“Kita semua akhirnya memutuskan untuk menaikkan cukai pada rokok sebesar 23% dan harga eceran sebesar 35%,” katanya kepada Istana Negara di Jakarta, Jumat 13/09. 2019.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *