Surga Menjadi Tujuan Semua Orang Beriman

Sementara itu, umat Islam masih menunggu surga setelah kematian. Tetapi orang-orang beriman yang sejati tidak selalu menunggu surga Allah. Akan tetapi Surga menjadi tujuan semua orang beriman yang ada di Dunia.

Langit memang hadiah atau pahala terindah bagi orang percaya. Selain itu, langit juga banyak dijanjikan bagi mereka yang benar-benar dekat dengan Allah SWT. Namun, pada kenyataannya, ada hal-hal yang berada di luar perhatian umat Islam pada umumnya.

Ustadz Mahfud Said, presiden Taklim (Permata) Gerakan Indonesia Jakarta, mengatakan bahwa ketika Anda tahu ada hal lain di mata Tuhan, Anda tidak mengharapkan surga lagi. Apa yang bisa menggantikan surga sebagai tujuan hidup?

Ustadz Mahfud menjelaskan, surga bukan lagi keinginan umat beriman ketika mereka tahu apa yang ada di sisi Allah SWT, yang merupakan siksaan api neraka yang mengerikan.

Bahkan, lanjut Ustadz Mahfud, orang-orang kafirĀ bolapelangi akan berusaha mengejar dan tidak putus asa begitu mereka mengetahui rahmat Tuhan yang luas.

Pernyataan ini konsisten dengan hadits nabi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim sebagai berikut:

“Jika seorang beriman mengetahui apa yang ada di pihak Allah dalam bentuk siksaan, tidak ada orang yang tamak akan menginginkan surga-Nya.” belas kasihan. “(Dilaporkan oleh Abu Hurairah)

Ustadz Mahfud menjelaskan tujuan hadits ini kepada orang-orang yang mempercayainya, mengetahui bahwa ada siksaan yang menyakitkan, seorang beriman memilih untuk tidak pergi ke surga.

Bagi orang yang beriman, hal terpenting adalah tidak menderita siksaan yang sangat menyakitkan dari Allah SWT. Tapi Surga menjadi tujuan semua orang beriman dari zama dulu hingga sekarang.

Adapun orang-orang kafir, begitu mereka tahu begitu banyak cinta Allah SWT, yaitu, ampun, mereka akan terus berjuang dan tidak putus asa untuk mendapatkan cintanya, yang sedang dalam proses untuk mendapatkan dan menunggu rahmatnya.

“Namun, banyak yang tidak tahu bahwa mereka bahkan tidak ingin tahu cintanya yang begitu luas,” kata Ustadz Mahfud.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *